The Adams Izinkan Lagu Timur Jadi OST Film “Suka Duka Tawa”, Membawa Pesan Harapan & Optimisme

Lagu Timur dari grup band The Adams sudah begitu sangat melekat dan menjadi anthem bagi banyak orang. Terutama, lagu ini kerap dibawakan di berbagai panggung musik dan festival oleh The Adams. Kini, lagu tersebut juga hadir dalam film layar lebar Suka Duka Tawa persembahan BION Studios dan Spasi Moving Image yang tayang di bioskop mulai 8 Januari 2026.

Film debut sutradara Aco Tenriyagelli tersebut menjadikan Timur sebagai salah satu OST. film. Kehadiran Timur yang turut mengisi ruh film memiliki perjalanan panjang. Timur selama ini dikenal sebagai lagu yang memiliki pesan optimisme dan harapan. Ini adalah pertama kalinya sejak 2005, The Adams membolehkan lagu mereka dipakai untuk film.

“Ketika awalnya Aco datang dengan tim Visinema ke tempat kami, dia menjelaskan bagaimana lagu ini akan ditempatkan dalam sebuah adegan di film Suka Duka Tawa. Konsep dalam film ini terdapat misalnya harapan, termasuk juga soal keluarga, sesuatu yang tidak jauh. Jadi tidak dibuat-buat, tapi juga menarik karena dibubuhkan banyak bagian komedi,” ungkap vokalis dan gitaris The Adams Saleh Husein (Ale)

“Nah karena lagu Timur juga berbicara soal harapan dan optimisme, itu yang paling penting. Kayaknya bahwa sesuatu itu mungkin akan kita usahakan. Tentu juga dengan usaha dan doa. Tapi paling tidak, nyambung dengan apa yang dimaknai Aco lewat filmnya ini,” lanjut Ale.

Ale mengungkapkan, ketika lagu Timur akhirnya masuk ke adegan di film Suka Duka Tawa, saat menonton Ale menganggap menjadi sesuatu yang menarik. Sebab, lagu Timur jadi memiliki interpretasi lain, alih-alih sekadar ilustrasi.

“Karena ada harapan, doa di dalamnya juga tapi ada usaha, gue pikir masuk di part film atau adegan yang dimasukkan lagu Timur di dalam Suka Duka Tawa, kena lah ya! Terutama di internalnya The Adams,” cerita Ale.

Salah satu titik emosional paling kuat adalah bagaimana lagu Timur mengiringi momen-momen krusial dalam dinamika keluarga di film ini. Ale menilai konflik yang diangkat Aco bukan hanya milik karakter di film, melainkan sekaligus jadi refleksi dari banyak penonton dan keluarga di Indonesia yang berjuang dengan permasalahan sama.

“Ketika kami menonton, banyak yang membekas. Karena ceritanya juga menarik tentang ketidakhadiran seorang ayah. Menjadi sebuah keluarga tidak mudah. Gue pikir enggak satu dan dua, ada tiga bahkan ratusan yang punya kejadian seperti Tawa,” ungkap Ale.

Sutradara Suka Duka Tawa Aco Tenriyagelli menuturkan, lagu Timur bahkan sudah ada dibenaknya sejak naskah film ini ditulis. Begitu krusialnya lagu ini, menurut Aco, jika tak ada lagu ini, struktur penyuntingan (editing) film pun bisa berubah. Tentu ada alasan spesifik mengapa Aco memilih Timur sebagai OST. film Suka Duka Tawa.

“Setiap selesai mendengar lagu Timur rasanya hati selalu penuh, karena irisan antara lirik dan musiknya. Liriknya penuh harapan, tetapi tetap jujur dengan kerapuhan kita sebagai manusia, dan musiknya yang justru penuh semangat, somehow very hopefull. Persis bagaimana saya membayangkan menutup Suka Duka Tawa, ingin sekali penonton keluar bioskop dengan perasaan penuh harapan,” kata Aco Tenriyagelli.

Film ini dibintangi oleh Rachel Amanda, Teuku Rifnu Wikana, Marissa Anita,  Bintang Emon, Gilang Bhaskara, Arif Brata, Enzy Storia, Myesha Lin, Nazira C. Noer, Mang Saswi, dan Abdel Achrian.

Tonton film Suka Duka Tawa di bioskop mulai 8 Januari 2026 di bioskop Indonesia. Ikuti perkembangan terbaru dari film Suka Duka Tawa persembahan BION Studios dan Spasi Moving Image melalui akun-akun media sosial resmi.

Pos terkait