PENGURANGAN SAMPAH DI SUMBER DENGAN PENDEKATAN KONSEP EKONOMI SIRKULER

jurnalis.or.id – Kab. Bandung Barat, Bagi orang yang tepat sampah merupakan harta karun dan bisa bermanfaat bagi orang di sekelilingnya, seperti dilakukan Mohamad Satori seorang pria dikawasan Desa Tanimulya Kec. Ngamprah, Kab. Bandung Barat, Jawa Barat ini misalnya. Mohamad Satori perintis Bank Sampah Syahdu diwilayahnya itu terus berupaya untuk merubah paradigma atau kebiasaan masyarakat agar tidak selalu membuang sampah begitu saja. Ia pun kerap kali melakukan beragam edukasi baik kepada per-orangan maupun kelompok masyarakat termasuk para pemuda, salah satunya adalah dengan melakukan pengurangan sampah di sumber dengan pendekatan konsep ekonomi sirkuler baik yang dilakukan secara individu maupun kelompok masyarakat.

Menurut perintis Bank Sampah Syahdu Saung Edukasi 3R, konsep ekonomi sirkuler adalah memastikan bagaimana bahwa material yang selama ini jadi sampah itu tetap berada pada siklus kegiatan ekonomi. Ada beberapa cara, yakni mulai dengan adanya pemilahan sampah di sumber, setelah dipilah dan terbagi dalam 3 jenis sampah seperti sampah organik, anorganik atau sampah layak daur ulang dan sampah residu, yang mana dari ke-3 jenis sampah tersebut bisa menghasilkan prodak mulai dari kompos atau gas biodigester hingga produk kerajinan bernilai jual, maka semuanya bisa kembali di pergunakan atau dimanfaatkan oleh masyarakat baik untuk pribadi maupun untuk dijual.

“Baik jadi saung edukasi ini adalah tempat dimana masyarakat bisa berlatih bagaimana mengurangi sampah disumber, saung edukasi 3R ini menawarkan gagasan bagaimana mengurangi sampah itu disumber gitu ya yang dilakukan baik secara individu maupun oleh kelompok masyarakat. Ya jadi pengurangan sampah di sumber itu sebetulnya dilakukan bisa menggunakan dengan pendekatan konsep ekonomi sirkuler, ekonomi sirkuler itu adalah memastikan material yang selama ini jadi wes di sampah itu tetap berada disiklus kegiatan ekonomi. Caranya bagaimana dimulai dengan adanya pembinaan sampah di sumber setelah dipilah kemudian kita akan mendapatkan berbagai jenis sampah secara umum terbagi dalam 3 kelompok pertama sampah organik yang ke-2 sampah yang layak daur ulang dan ke-3 adalah sampah residu.” Ujar Mohamad Satori selaku Perintis Bank Sampah Syahdu Saung Edukasi 3R

Edukasi pengurangan sampah di sumber dengan pendekatan konsep ekonomi sirkuler itupun direspon baik oleh para pemuda yang telah diberikan pembekalan ilmu, para pemuda itu pun terlihat antusias karena material yang selama ini jadi sampah ternyata bisa bermanfaat yakni dengan siklus kegiatan ekonomi.

“Edukasinya seru banget dengan adanya saung 3R ini dimana kita tuh bisa mengolah dan memilah juga sampah mana yang masih bisa di produksi kembali dan pastinya juga menciptakan nilai jual yang tinggi juga, terus juga menciptakan kreatifitas juga disini terus tadi kita juga tuh habis mengolah dari sedotan plastik bekas menjadi taplak meja terus juga ada dari koran-koran bekas kita linting juga terus bisa jadi tempat tisu atau tempat pensil gitu juga.” Ujar Putri Keyla selaku Mahasiswi.

“Saya jadi mengetahui ternyata sampah-sampah yang saat ini telah kita anggap hal yang remeh, hal yang tidak ada harganya ternyata bisa memiliki harga juga dan ternyata harganya pun lumayan loh untuk setiap jualnya, nah lalu apa yang saya lakukan yang pertama itu tadi kita melakukan pembersihan di botolnya ini dimana kita melepaskan tutup botolnya dengan juga kemasannya, lebel kemasannya setelah itu kita kumpulkan kepada pihak bank sampah nya.” Ujar Kris Naryadi selaku Mahasiswa.

Dengan adanya siklus kegiatan ekonomi maka akan meminimalisir terjadinya penumpukan sampah baik di Tempat Pembuangan Sementara (TPS), maupun Tempat Pembuangan Akhir (TPA) termasuk sampah yang berserakan baik dialiran sungai maupun lingkungan dan jalan raya.

Tonton via vidio.com

Tonton via youtube