Penyanyi sekaligus penulis lagu Masrah merilis single religi terbaru berjudul “Jangan Biarkan Aku Menyerah,” sebuah karya reflektif yang menghadirkan perspektif berbeda dalam musik religi Indonesia. Berkolaborasi dengan arranger, producer, dan music director Harry Toledo, lagu ini mengusung tangga nada mayor yang menghadirkan nuansa harapan, kekuatan, dan penerimaan — sebuah pendekatan musikal yang jarang digunakan dalam genre religi yang selama ini identik dengan aransemen bernuansa minor.
Seluruh lirik dan komposisi musik dalam karya ini ditulis secara personal oleh Masrah dan diproduksi secara organik bersama Harry Toledo. Aransemen musik yang dihadirkan menonjolkan dominasi string section sinematik yang kuat namun tetap hangat, menciptakan atmosfer emosional yang dalam sekaligus uplifting. Pendekatan musikal ini menjadi identitas utama lagu, menghadirkan pengalaman spiritual yang tidak hanya reflektif tetapi juga memberi energi harapan.
“Jangan Biarkan Aku Menyerah” lahir dari perjalanan batin yang intim, menggambarkan makna puasa sebagai proses spiritual yang melampaui sekadar menahan lapar dan dahaga. Liriknya menyoroti perjalanan menahan ego, meredam amarah, melepaskan luka, serta belajar merelakan hal-hal yang tidak ditakdirkan untuk dimiliki. Dengan sudut pandang perempuan yang kuat dan jujur, lagu ini menghadirkan pesan spiritual yang personal sekaligus universal.
“Lagu ini adalah dialog batin saya dengan Tuhan — tentang belajar melepaskan, menahan amarah, dan menerima bahwa tidak semua yang kita cintai ditakdirkan untuk kita miliki. Saya ingin menghadirkan lagu religi dengan energi mayor yang membawa harapan, karena spiritualitas bagi saya bukan hanya tentang kesedihan, tetapi juga tentang kekuatan untuk bangkit.”
Sebagai eksplorasi artistik, video klip lagu ini menghadirkan pendekatan visual sinematik berbasis storytelling yang memanfaatkan teknologi Artificial Intelligence (AI) sebagai medium visualisasi. Penggunaan AI difokuskan pada pengembangan atmosfer visual dan narasi sinematik, sementara musik, lirik, dan konsep emosional sepenuhnya lahir dari proses kreatif manusia. Pendekatan ini menjadi langkah inovatif dalam menghadirkan pengalaman visual yang lebih imersif tanpa menghilangkan sentuhan autentik dari karya musik itu sendiri.
Kolaborasi antara Masrah dan Harry Toledo menghadirkan interpretasi baru tentang musik religi — bahwa spiritualitas tidak selalu harus disampaikan melalui nuansa melankolis, tetapi juga dapat hadir dalam energi mayor yang penuh harapan, penerimaan, dan kekuatan batin.
Melalui “Jangan Biarkan Aku Menyerah,” Masrah membuka ruang baru bagi lagu religi wanita di Indonesia, menghadirkan karya yang emosional, sinematik, dan relevan dengan perjalanan spiritual masa kini
Melalui “Jangan Biarkan Aku Menyerah,” Masrah membuka ruang baru bagi perspektif lagu religi wanita di Indonesia, dengan menghadirkan karya yang emosional, sinematik, dan relevan dengan perjalanan spiritual masa kini.
MASRAH
Instagram : @masrahpris
Tiktok : @masrah_official
Youtube : @MasrahOfficial






