jurnalis.or.id, BANDUNG – Anggota Komisi XI DPR RI, H. Fathi, menegaskan bahwa sektor pariwisata merupakan tulang punggung ekonomi kerakyatan yang harus dikawal melalui kolaborasi lintas sektor. Hal tersebut disampaikannya dalam Pembukaan Travel Mart Jabar Istimewa 2026 juga sekaligus launching Perhimpunan Industri Pariwisata Indonesia (Parwindo) yang mempertemukan para pelaku industri pariwisata di Hotel Horison, Kota Bandung, Selasa (10/2/2026).
H. Fathi menekankan pentingnya sinergi antara kebijakan pusat dan daerah untuk memastikan pertumbuhan ekonomi yang inklusif. “Saya mengajak seluruh teman-teman asosiasi, jangan ragu untuk membawa wisatawan sebanyak-banyaknya ke Jawa Barat, khususnya Kota Bandung. Melalui forum ini, kita lakukan optimalisasi agar sektor ini memberikan dampak nyata bagi masyarakat,” ujar H. Fathi dalam sambutannya.
Dukungan Infrastruktur dan Kepastian Hukum Senada dengan hal tersebut, Walikota Bandung, Muhammad Farhan, menyatakan komitmennya dalam membenahi infrastruktur pendukung pariwisata, mulai dari digitalisasi retribusi parkir hingga pengelolaan lingkungan. Namun, Farhan juga memberikan catatan kritis mengenai kedisiplinan industri. “Setiap kawasan wisata di Kota Bandung harus Zero Waste. Kami ingin memberikan kepastian berusaha, namun kepastian hukum terkait lingkungan juga akan kami audit secara ketat,”
tegas Farhan.
Inovasi Strategi 5K dan Wisata Kereta Dari sisi pemerintah provinsi, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Kadisparbud) Jawa Barat, Iendra Sofyan, memaparkan strategi inovatif untuk mencapai target 91 juta wisatawan pada tahun 2025. Ia memperkenalkan prinsip 5K (Katingali, Karasa, Karaba, Kadangu, Kaambeu) untuk menggugah emosi wisatawan melalui panca indra. Selain itu, Iendra menyoroti program Trend-cation. “Kami akan meluncurkan rute pariwisata berbasis kereta api, seperti rute Bogor-Cianjur menggunakan kereta bersejarah, sebagai daya tarik ikonik Jawa Barat,” jelas Iendra.
Target Transaksi Nyata Ketua Umum DPP Parwindo, Benny Iskandar, sebagai penyelenggara acara, menjelaskan bahwa Travel Mart ini diikuti oleh lebih dari 100 seller nasional dengan format yang memprioritaskan efektivitas negosiasi. “Tujuan kami adalah bersinergi dengan pemerintah untuk menaikkan okupansi dan revenue melalui pertemuan langsung antara buyer dan seller. Kami berharap ada kontrak kerja sama nyata yang lahir dari forum ini,” ungkap Benny.
H. Fathi menutup dengan apresiasi tinggi atas kolaborasi ini. Ia menilai bahwa pariwisata adalah “berlian” bagi Jawa Barat yang jika dikelola dengan sinergi antara DPR RI, Pemerintah Daerah, dan asosiasi seperti Parwindo, akan menjadi motor penggerak ekonomi yang luar biasa bagi Indonesia.
Gilang






